Universitas Harapan Bangsa
UHB News

UHB News

Information

Date1 April 2019 8:40 am
Posted ByReza Rokhadi
Views26

Apakah Sarapan itu Penting?

Kesehatan
Keluarga sedang sarapan pagi, sumber gambar: google.co.id
Date1 April 2019 8:40 am
ByReza Rokhadi
Views26

Oleh : Sri Royani, M.Si.

Tidak sedikit orang yang melewatkan sarapan di pagi hari. Kesibukan di pagi hari menjadi penyebab utama mereka melewatkan sarapan. Banyak yang beranggapan dengan meminum segelas susu atau teh manis sudah cukup bagi mereka untuk sarapan, padahal sarapan seharusnya bukan hanya minum saja, tetapi makan dan minum. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sarapan di pagi hari merupakan santap makanan paling penting dan utama dibanding siang atau malam hari.

Mengapa sarapan itu penting?Sarapan erat kaitannya dengan proses metabolisme tubuh. Metabolisme dapat digambarkan sebagai proses kimia dan biologis yang terjadi di dalam tubuh; proses pemecahan makanan yang dikonsumsi tubuh sehingga menghasilkan energi. Energi itu yang nantinya akan dipakai untuk beraktivitas. Metabolisme tubuh berlangsung selama 24 jam dengan tujuan untuk menopang kehidupan. Metabolisme yang baik membantu organ tubuh berfungsi dengan baik, menghasilkan bahan bakar berupa tenaga dan memberi nutrisi untuk otak.

Bagaimana sarapan dapat mempengaruhi metabolisme tubuh?Sarapan dibutuhkan sebagai bahan bakar bagi tubuh kita. Pada saat tidur di malam hari, proses metabolisme tubuh tetap berlangsung, sedangkan tubuh kita tidak mendapat asupan makanan apa pun selama tidur. Apa yang terjadi saat kita bangun di pagi hari? Metabolisme tubuh menjadi lambat sehingga tidak banyak membakar kalori. Melewatkan sarapan artinya kamu memulai harimu dengan langkah yang lebih lambat secara fisik. Itulah mengapa orang yang tidak sarapan akan cenderung lemas dan lesu, karena metabolisme tubuhnya tidak berjalan dengan baik. Tubuh kita mendapat pesan untuk mengkonversi cadangan makanan yang tersedia di dalam daripada membakar kalori yang datang.

Ketika kita sarapan, secara tidak langsung kita memberi tahu tubuh kita bahwa terdapat banyak kalori yg ada untuk proses metabolisme hari itu. Saat metabolisme berlangsung dengan baik, jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga peredaran darah dan oksigen di dalam tubuh menjadi lebih baik. Hal ini merangsang kemampuan kognitif seseorang. Tidak heran, beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang biasa sarapan di pagi hari mempunyai kemampuan kognitif yang lebih baik daripada orang yang tidak terbiasa sarapan.

Melewatkan sarapan dapat menjadi salah satu pemicu kelebihan berat badan, karena orang yang tidak sarapan akan mempunyai kecenderungan untuk ngemil lebih banyak dan mengkonsumsi kudapan yang tidak sehat, seperti gorengan yang tinggi lemak. Seperti kita ketahui, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang sarapan hanya dengan gorengan dan teh manis. Padahal sarapan yang sehat dan baik itu harus memerhatikan kandungan di dalamnya. Jangan sampai terlalu tinggi lemak, gula dan karbohidrat, atau malah tidak mendapatkan asupan karbohidrat sama sekali karena terbiasa sarapan dengan menu berupa minuman seperti susu.

Menu sarapan yang baik adalah makanan yang mengandung cukup protein, karbohidrat, lemak, serat dan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila kamu tidak bisa mempersiapkan menu yang sempurna di pagi hari, cara simpelnya adalah dengan membuat omelet yang dimakan dengan nasi dan segelas jus. Alternatif menu lain adalaha roti, segelas susu dan sebuah pisang. Itu sudah cukup. Jangan sampai mengkonsumsi makanan yang terlalu padat atau terlalu cair.  Makanan yang terlalu padat akan membuat lambung terasa penuh sehingga oksigen berada di sekitar lambung, sementara otak akan kekurangan oksigen. Itulah sebabnya kenapa setelah makan seseorang menjadi cepat mengantuk. Sedangkan makanan yang terlalu cair atau hanya minuman berisiko membuat seseorang kekurangan gizi, karena hanya mikronutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Sarapan sebaiknya dilakukan 2 jam sebelum melakukan aktivitas di pagi hari, karena makanan memerlukan proses hingga menghasilkan energi untuk digunakan. Ada yang sering beranggapan “Saya tidak sarapan tapi masih bisa melakukan aktivitas dengan baik”, anggapan itu tidak sepenuhnya salah, setiap orang mempunyai keunikan metabolisme tubuhnya masing-masing. Saat tubuh tidak diberi asupan makanan di pagi hari, tubuh masih bisa menggunakan cadangan makanan yang tersedia di dalam tubuh untuk tetap melakukan metabolisme. Namun apakah cadangan makanan tersebut akan digunakan secara terus menerus? Inilah alasan kenapa disebut cadangan makanan, ia hanya berlaku sebagai pilihan alternatif. Tubuh tetap memerlukan asupan makanan yang utama. Apa yang akan terjadi bila cadangan makanan tersebut dipakai terus menerus tanpa ada asupan yang masuk? Kekurangan gizi. So, masih mau melewatkan sarapan di pagi hari?

“Saya tidak terbiasa sarapan di pagi hari”, alasan tersebut pula yang masih sering dijumpai di lingkungan sekitar. Biasakan sarapan mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Bagi para Ibu, pastikanlah anak dan suami anda terbiasa dengan sarapan di pagi hari, sehingga di masa yang akan datang tidak ada alasan “saya tidak terbiasa sarapan”.  Sayangi tubuh kita. Jangan paksa tubuh kita beraktivitas mulai dari pagi tanpa ada asupan yang masuk sebelumnya. Yang tau kondisi badan kita adalah diri kita sendiri. Kalau bukan diri kita sendiri yang peduli. Siapa lagi? Yuk saling mengingatkan bahwa sarapan itu penting untuk tubuh kita. Sayangi dan hargai tubuh kita. Jangan lupa sarapan ya.


Prev/Next News




© 2018 - www.uhb.ac.id Universitas Harapan Bangsa - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu