Date | 26 November 2016 9:05 am |
By | Admin |
Views | 864 |
Date | 26 November 2016 9:05 am |
By | Admin |
Views | 864 |
Tidak selamanya berada di luar negeri lebih menyenangkan dan dapat memberikan rasa nyaman dibandingkan dengan tinggal di Indonesia.
Hal tersebut yang dirasakan oleh Dosen Perawatan Medikal Bedah STIKes Harapan Bangsa (SHB) Purwokerto, Tophan Heri Wibowo S.Kep, Ners, MAN saat menepuh pendidikan Strata 2 di Arellano University, Manila, Filipina selama 2 tahun.
"Jujur saja kurang betah. Lingkungannya lebih kumuh dibandingkan Jakarta. Bangunan-bangunannya pun tidak lebih bagus dibandingkan dengan bangunan di Indonesia. Yang membuat kurang nyaman, akses beribadah sebagai seorang muslim di sana tidak semudah di Indonesia," katanya.
Meskipun demikian, Tophan mengakui kualitas sumber daya manusia (SDM) di Filipina lebih unggul dibandingakan Indonesia. Ketika mengikuti pelatihan-pelatihan di Manila pun, sertifikat yang didapatkan peserta merupakan sertifikat tingkat internasional.
"Tingkat kejahatan di Manila pun ternyata masih lebih rawan. Dengan segala ketidaknyamanan tersebut justru saya jadikan sebagai pelecut motivasi untuk secepatnya menyelesaikan kuliah dan kembali ke Indonesia," tutup dia. (yda)