Universitas Harapan Bangsa
UHB News

UHB News


Latih Supaya Bidan Lebih Terampil 55 Bidan Ikuti PPGDON

Information

Date30 October 2018 8:55 am
ByHari Wicaksono
Views87




Berita

Latih Supaya Bidan Lebih Terampil

Date30 October 2018 8:55 am
ByHari Wicaksono
Views87

PURWOKERTO - Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), 55 bidan mengikuti Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Neonatal (PPGDON), kegiatan yang digelar di Universitas Harapan Bangsa (UHB) 26 - 30 September tersebut diharapkan bisa memberi daya ungkit untuk menurunkan AKI dan AKB.

Koordinator PPGDON, Fauziah Hanum Nur Adriyani, SST, M.Keb mengatakan, saat ini angka kematian ibu dan bayi (maternal-neonatal) di Indonesia masih tinggi. Penyebab kematian ini sebenarnya dapat dicegah melalui pendekatan deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat.

Caranya dengan program menurunkan angka kematian ibu dan bayi (maternal-neonatal) dan memantapkan pelayanan pada ibu dan bayi yang mempunyai masalah atau komplikasi persalinan dan kelahiran sangatlah diperlukan.

"Untuk itu perlu didukung oleh keterampilan tenaga kesehatan yang berkualitas, dan dibutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai," ujarnya.

Kegiatan dengan tema melatih bidan supaya terampil dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri dan meternal ini, sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan. Diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Sehingga meberi daya ungkit untuk menurunkan AKI dan AKB.

"Oleh Karena itu kita harus mempersiapkan tenaga bidan yang terampil dalam penanganan kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal melalui pelatihan yang sesuai dengan standar pelayanan," jelasnya.

Kegiatan diselenggarakan secara penuh oleh Tim Jakarta Medical Service dan Training 119 Jakarta Selatan. Terdiri dari dokter spesialis obsgin atau kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis jantung pembuluh darah, dokter spesialis bedah arthopedhi, dokter spesialis paru, bidan dan perawat yang telah bersertifikat dan pengalaman dibidangnya.

Proses pembelajaran dilakukan dengan ceramah dan diskusi, simulasi, demontrasi dan visualisasi materi dengan VCD. Dengan materi dasar yang disampaikan yakni Etika dan aspek legal kegawatdaruratan kebidanan, sistem penangan gawat darurat terpadu (SPGDT). "Kami juga memberikan materi inti yakni penanganan komplikasi maternal (hamil, bersalin, dan nifas) dan neonatal/bayi baru lahir," ungkapnya. (ida)

PPGDON 

Prev/Next News




© 2019 - www.uhb.ac.id Universitas Harapan Bangsa - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu